Beberapa cerita random ini ditulis dengan apa yang sudah saya rasakan, dimulai dengan semua ekspresi kehidupan. Dibuat untuk melampiaskan kesendirian tanpa peduli dan ingin tau, resah yang saya alami saat ini dan mungkin nanti, kita jabarkan rasa itu didalam sebuah tulisan...
Tuhan kau adil, Tuhan kau sayang aku?
Sering saya berpikir untuk apa saya dilahirkan di dunia dalam keadaan yang kejam ini? Tentu kalian juga bertanya demikian didalam hati, jawabannya berbeda tergantung apa yang terjadi dalam kehidupan masing-masing, dan jawaban saya
Hidup dengan keadaan yang perih, bukan berarti untuk menjadikan untuk tidak bisa bertahan kembali, dikala semua masalah datang, hidup mulai hancur, badan tak bisa bergerak, bahkan hati ingin berteriak, semua bercampur dalam sebuah emosi diri, banyak pertanyaan datang waktu itu sampai akhirnya saya sudah dititik menyerah. Entah darimana tiba-tiba saya ingat apa yang dulu pernah saya bayangkan dan pikirkan yaitu kehidupan di dunia khayal sebelum pilu ini datang. Saya benar-benar sudah diujung jurang yang entah dimana dasarnya. Tuhan saya menginginkan apa yang sudah digambarkan, Tuhan setidaknya saya bisa melampiaskan nya dengan melihat hasil apapun yang sudah diperjuangkan walaupun itu hanyalah sebuah kegagalan, karena dari itu saya sadar mampuh! Kehidupan yang sudah kacau terobati dari hasil nya, sungguh pencapaian dan kegagalan yang mengubah jalan hidup saya. Dengan adanya mereka orang-orang yang ingin saya bantu, setidak nya bisa meringankan beban mereka, setidaknya pada saat itu ketika saya ditakdirkan dengan kutukan ini.
Jika saya tidak bisa mengubah kutukan maka saya bisa mencegah kutukan dari mereka, Jika saya tidak bisa bertahan setidak nya saya bisa membuat mereka bertahan, biarkan saya yang menerima ini.
Jika Tuhan ingin menghidupkan saya kembali, maka jawabannya saya tidak menginginkan nya.
Tuhan saya amat rindu nama dan pelukan mu...
Tuhan kau adil, Tuhan kau sayang aku?
Sering saya berpikir untuk apa saya dilahirkan di dunia dalam keadaan yang kejam ini? Tentu kalian juga bertanya demikian didalam hati, jawabannya berbeda tergantung apa yang terjadi dalam kehidupan masing-masing, dan jawaban saya
Hidup dengan keadaan yang perih, bukan berarti untuk menjadikan untuk tidak bisa bertahan kembali, dikala semua masalah datang, hidup mulai hancur, badan tak bisa bergerak, bahkan hati ingin berteriak, semua bercampur dalam sebuah emosi diri, banyak pertanyaan datang waktu itu sampai akhirnya saya sudah dititik menyerah. Entah darimana tiba-tiba saya ingat apa yang dulu pernah saya bayangkan dan pikirkan yaitu kehidupan di dunia khayal sebelum pilu ini datang. Saya benar-benar sudah diujung jurang yang entah dimana dasarnya. Tuhan saya menginginkan apa yang sudah digambarkan, Tuhan setidaknya saya bisa melampiaskan nya dengan melihat hasil apapun yang sudah diperjuangkan walaupun itu hanyalah sebuah kegagalan, karena dari itu saya sadar mampuh! Kehidupan yang sudah kacau terobati dari hasil nya, sungguh pencapaian dan kegagalan yang mengubah jalan hidup saya. Dengan adanya mereka orang-orang yang ingin saya bantu, setidak nya bisa meringankan beban mereka, setidaknya pada saat itu ketika saya ditakdirkan dengan kutukan ini.
Jika saya tidak bisa mengubah kutukan maka saya bisa mencegah kutukan dari mereka, Jika saya tidak bisa bertahan setidak nya saya bisa membuat mereka bertahan, biarkan saya yang menerima ini.
Jika Tuhan ingin menghidupkan saya kembali, maka jawabannya saya tidak menginginkan nya.
Tuhan saya amat rindu nama dan pelukan mu...
Komentar
Posting Komentar